Jumat, 12 Juni 2009

Telaah ervin goffman 5

Buku:
Keajaiban Permainan Sepak Bola

Agus Wibowo *) (25/01/2008 - 13:05 WIB)


Jurnalnet.com (Jogja): Judul Buku : Sepak Bola Tanpa Batas
Penulis : Anung Handoko
Penerbit : Penerbit Kanisius
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal : 160 halaman

Pada mulanya, permainan sepak bola dicipta sebagai sarana mengisi waktu luang sembari untuk berolah raga. Akan tetapi, saat ini sepak bola menjelma menjadi ”permainan mahal,” karena menjadi media bisnis besar-besaran yang melibatkan para penguasa dunia. Lebih dari itu, sepak bola bisa merubah status sosial seseorang lantaran kekayaan dan popularitas yang diperoleh para pemainnya.

Selain itu, sepak bola memiliki beberapa keunikan. Pertama, sepak bola merupakan cabang olahraga yang memiliki magnet luar biasa bagi masyarakat luasolahraga sepak bola bukan saja terbuka dalam menampilkan kerja tim (kompak atau kacau), juga mampu membakar semangat pemain dan ofisial serta menebarkan hubungan emosional yang kuat dengan suporter dan penonton.

Kedua, sepak bola ternyata bukan sekadar menarik dalam kompetisi olahraga atau event besar,olahraga yang paling digemari di seluruh dunia ini juga berhasil menjadi fokus interaksi publik atau focused interaction, meminjam istilahnya Erving Goffman (1992). Yaitu fokus interaksi yang terjadi ketika orang secara efektif sepakat untuk menopang waktu sebagai satu fokus dari perhatian kognitif dan visual seperti dalam sebuah perbincangan, papan permainan, atau tugas gabungan yang didukung oleh sebuah lingkaran para kontributornya yang dekat dan saling berhadapan.

Kita tentu masih ingat dengan pertandingan sepak bola Piala Asia (Asian Cup) 2007, beberapa waktu lalu. Tim kesebelasan merah-putih harus menelan pil pahit lantaran dikalahkan 2-1 oleh Arab Saudi pada menit-menit terakhir menjelang pertandingan Usai. Begitu juga saat melawan Korea Selatan, tim kita dipaksa bertekuk lutut 1-0.

Meski pada akhirnya tim merah-putih kandas untuk meraih posisi puncak pada event ini, setidaknya kita bersyukur ternyata sepak bola masih mampu merekatkan solidaritas bangsa ini. Silang-sengketa dan benih-benih disintegrasi sejenak terlindas oleh perasaan senasib dan seperjuangan untuk meraih juara Asia.

Tatkala kesebelasan kita berlaga melawan Arab Saudi maupun Korea Selatan (Korsel), seluruh lapisan rakyat meluangkan waktunya dan bersatu-padu memberi dukungan mental bagi tim kesayangannya. Entah politisi, artis, maupun elemen yang tadinya berseteru, saling tikam dan saling tuding, sejenak melupakan persoalan itu dan duduk bersama sembari melihat permainan cantik kesebelasan kita. Bahkan, presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) beserta keluarga, rela berdesak-desakan masuk gelora Bung Karno hanya untuk memberi semangat “pahlawan” negaranya.

Menurut Jay J. Coakley dalam Sport in Society, Issues and Controversies (1986), fenomena solidaritas olahraga ini secara sosiologis memiliki mata rantai dengan unsur-unsur kehidupan, diantaranya: Pertama, relasi organisasi sosial, perilaku kelompok, dan pola-pola interaksi sosial yang eksis dalam semua tipe yang berbeda. Kedua, proses-proses sosial yang terjadi dengan olahraga, seperti sosialisasi, kompetisi, kooperasi, konflik, stratifikasi sosial, dan perubahan sosial.

Piala Asia 2007 sebagai perhelatan pertandingan sepak bola yang diikuti oleh kesebelasan-kesebelasan terbaik di kawasan Asia juga bisa luar biasa memukau dan fantastis. Meski tak sehebat Copa Amerika, Piala Afrika maupun kejuaraan Eropa, maupun Piala Dunia (World Cup),namun potensi 1.5 miliar penduduk di kawasan Asia diharapkan akan mengangkat profilnya.

Piala Asia tetap bisa menjadi pusat perhatian sekaligus menjadi media untuk menghimpun publik yang berhasil memalingkan perhatian mereka dari kesibukan rutin sehari-hari. Pada even ini muncul pemain-pemain berbakat yang bermain di Liga-Liga Eropa, misalnya Shunsuke Nakamura yang bermain di Glasgow Celtic, Mark VIduka di Newcastle, Harry Kewell dari Liverpool dan Naohiro Takahara di klub Jerman Frakkfurt akan turun.

Muncul pula tim-tim unggul yang sebelumnya tidak terprediksikan, misalnya Arab Saudi dan Irak. Tim kesebelasan Arab Saudi berhasil menundukkan Jepang dengan sangat manis. Padahal Jepang pada Piala Dunia 2002 menjadi wakil dari benua Asia. Mengejutkan lagi keberhasilan kesebelasan Irak menundukkan Korea Selatan.

Kemenangan Irak melalui adu tendangan penalti yang dramatis atas Korea Selatan hari Rabu membuat ribuan orang turun ke jalan-jalan raya di Baghdad sambil mengibarkan bendera, menyanyi, dan melepaskan tembakan secara serampangan ke udara.

Sementara itu, mayoritas penduduk Irak dari berbagai masyarakat yang saling berperang di negara tersebut menyambut gembira kemenangan tersebut dan menikmati momen kebahagiaan nasional yang jarang terjadi itu, para pemberontak yang menggunakan bom mobil meledakkan dua bom mereka di antara kerumunan orang. Akibatnya 50 orang penduduk sipil Irak dan seorang polisi tewas akibat ledakan itu, 90 lainnya luka-luka, dan 18 kendaraan hancur.

Buku yang ada di tangan pembaca ini, berusaha menelisik asal-usul permainan sepak bola beserta nilai-nilai atau mukjizat-mukjizat yang membingkainya. Paling tidak, buku ini bisa dijadikan salah-satu rujukan bagi para peneliti yang ingin mengetahui lebih lanjut seluk-beluk sepak bola. Meski demikian, buku ini perlu dilengkapi dengan kajian sejarah sepak bola yang mendalam, serta hal-ikhwal mengapa sepak bola yang dahulu hanya permainan yang sifatnya sekedar untuk hiburan, berubah menjadi permainan yang diperdagangkan.[]

*) Penggemar Bola dan Mahasiswa Program Pascasarjana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar