Selasa, 14 April 2009

Persfektif Strukturasi dan kelompok

A. Perspektif Strukturasi
Teori strukturasi berangkat dari pemikiran dasar seorang sosiologis Anthony Giddens dan pengikutnya adaalah teori umum dari aksi sosial. Teori ini menyatakan bahwa aksi manusia adalah sebuah proses memproduksi dan mereproduksi sistem-sistem sosial yang beranekaragam. Dengan kata lain kita dapat mengkomunikasikan dengan orang lain, kita menciptakan struktur yang memiliki range dari masyarakat yang lebih besar dan institusi budaya yang lebih kecil yang masuk dalam hubungan dengan individu.
Model proses input dan output dikontribusikan banyak pada pengertian dari kelompok kecil dalam mengambil keputusan, tetapi terbatas pada pendekatannya. Akhir-akhir ini isu kelompok dalam penelitian komunikasi lebih ditujukan pada perspektif baru pendekatan strukturasional.
Sebagai perilaku komunikator yang strategis berdasarkan aturan yang digunakan untuk memperoleh tujuannya, mereka tidak akan merealisasikan yang mereka secara simultan menciptakan kekuatan yang kembali memberikan pengaruh pada aksi yang akan datang. Struktur seperti ekspektasi hubungan, kelompok peran dan norma-norma, jaringan komunikasi dan institusi sosial baik pengaruh dan mempengaruhi oleh aksi masyarakat. Struktur-struktur di sini memfasilitasi secara individu dengan aturan-aturan yang memandu aksi mereka, tetapi aksi mereka menciptakan aturan-aturan baru dan mereproduksi yang lama. Interaksi dan struktur dekat dan dihubungkan seperti yang Donald Ellis sebut dengan braided entities. Dengan kata lain kita melakukan untuk melengkapi intensi kita tetapi pada waktu yang sama, aksi kita memiliki unintended consequences (konsekuensi tidak terintensi) membangun struktur yang mempengaruhi aksi ke depan kita.
Katakan bahwa kau bergabung habitat untuk kelompok humanitas di gereja yang membangun rumah untuk kaum miskin. Kelompok yang memiliki lahan, tetapi memerlukan material yang didonasi untuk konstruksi bangunan. Katakanlah bahwa bibi kamu memiliki toko yang menjual barang bangunan dan kamu mendorong kelompok yang mungkin agar bibi kamu untuk menyumbang kayu (menjual bahan material dengan harga murah). Setiap orang senang dan setuju kemudian kamu menghubungi bibi mu pada sore harinya. Lalu pada bibimu memberikan kontribusinya, dan kelompokmu begitu bangga. Karena aksi mu kelompok memperbaiki masalah dengan cepat. Pada akhirnya bila kelompok memerlukan bahan-bahan seperti atap mereka akan menghubungi kamu. Kau akan menghubungi bibimu untuk kedua kalinya agar bisa membantu membeli material yang murah dengan harga murah. Padan masa yang akan datang kelompok akan mengantungkan anda sebagai orang yang dapat mendapatkan bahan material miring dan peran itulah yang tercipta. Kau tidak pernah mengintensi untuk menciptakan peran dalam diri kamu, tetapi hal tersebut menyebabkan ekspektasi terbentuk dalam proses yang membawa aksi lokal. Inilah proses strukturasi.
Giddens percaya bahwa jenis stukturasi memiliki daur pada semua kehidupan sosial, caranya lebih jauh adalah menemukan apa yang dapat dilihat pada aturan-aturan kelompok yang sederhana. Sebagai contoh Donald Ellis menunjukan bagaimana etnisitas dicantumkan atau dilekatkan pada strukturasi. Kita menciptakan perbedaan etnik melalui pola interaksi dalam dan antar kelompok. Etnisitas adalah sebuah jajaran struktur yang menciptakan sejarah melalu praktek-praktek lokal dalam memandang dunia. Yang belum tercipta etnisitas memiliki sesuatu daur kehidupan sendiri oleh karena itu menjadi sangat tidak mungkin untuk tidak melihat dan berkelakuan yang berdasarkan pengalaman-pengalaman etnis dengan berbagai cara atau hal yang berbeda. Orang-orang yang terintensi untuk melakukan sesuatu biasanya dalam kehidupan sehari-hari mereka berusaha memperbaiki masalah-masalah dan mencapai tujuan yang masuk ke dalam kategori yang terintensi atau tertuju dari struktur sosial, yang terbatasi apa yang dapat kita lakukan interaksi yang akan datang. Struktur tidak perlu jelek, tetapi mereka harus masuk dalam jajaran kekuatan yang biasanya dominasi oleh satu kelompok.
Giddens percaya bahwa strukturasi selalu melibatkan 3 modal atau dimensi-dimensi, seperti:
1. interpretasi atau pengertian
2. sense moralias atau keberadaan konduksi
3. sense dari kekuatan yang berlaku.
Aturan-aturan kita gunakan untuk memandu prilaku kita, dengan kata lain menyebutkan kita bagaimana sesuatu seharusnya dimengerti (interpretasi) apa yang seharusnya kita lakukan (moralitas) dan bagaimana kita mendapatkannya (kekuatan). Selanjutnya prilaku kita akan reinforce pada struktur-struktur tersebut, seperti interpretasi, moral dan kekuatan. Bayangkan sebuah kelompok yang telah menciptakan atmosfer dimana setiap orang diharapkan berbicara pada setiap topik. Seperti semua strukturasi, hal ini tidak terencana. Tetapi muncul sebagai konsekuensi yang tidak diinginkan dari prilaku anggota-anggota kelompok. Pada skenario ini norma muncul sebagai interpreting yang kelompok dimengerti sebagai egalitarian. Keberadaannya memungkinkan setiap orang memberikan setiap isu atau tidak mendekati pada beberapa subyek. Dan power menjamin pembicara sebagai individu untuk menggunakan bahasa guna mempersuasikan orang lain
Pada praktek sesungguhnya prilaku Anda jarang sekali dipengaruhi oleh struktur tunggal, seperti; peran keberadaan materi-materi atau norma dalam berbicara yang digunakan sebagai contoh di atas. Lebih lanjut prilaku Anda dipengaruhi dan mempengaruhi beraneka elemen-elemen struktur yang berbeda pada waktu yang sama. Dua hal yang dapat terjadi. Pertama, struktur satu dapat memediasi yang lain. Dengan kata lain produksi dari struktur yang satu akan melengkapi produksi yang lain. Sebagai contoh kelompok akan memproduksi jaringan komunikasi yang diatur siapa yang berbicara dan kepada siapa. Tapi hal ini tidak membangun peran-peran yang bersifat individu (hal inilah yang mengapa banyak hustodian tidak berani berbicara atau komplain terhadap CEO). Di sinilah peran struktur memediasi jaringan komunikasi.
Cara kedua, struktur melibatkan satu atau yang lainnya sebagai kontradiksi. Di sini produksi dari struktur memerlukan pembangunan dari struktur yang lain, yang menjadi dasar untuk yang lain. Peran di sini lebih bersifat paradoks klasikal. Kontradiksi akan menguasai konflik dan melalui sebuah dialektika akan muncul tensi di antara elemen-elemen kontradiktif. Akibatnya sistem akan berubah. Masalah klasik dari perintah dan kerja yang berhubungan dalam kelompok adalah contoh yang sangat tepat untuk struktur yang sangat kontradiktif. Untuk melengkapi perintah, kelompok bekerja dalam hubungannya sebagai interpersonal, tetapi kerjanya berhubungan untuk melengkapi perintah-perintah. Konsentrasi begitu banyak perintah, tidak akan mensisakan waktu untuk menolak dan harus bekerja secara bersama-sama, yang harus dilakukan adalah perintah dengan kualitas tinggi.
Teori strukturasi adalah teori sosial umum yang dapat di aplikasikan pada sejumah situasi. Implikasinya dalam ranah komunikasi lebih masuk dalam komunikasi kelompok atau organisasi. Di sini kita akan diperlihatkan bagaimana teori ini dapat digunakan dalam teori komunikasi kelompok yang biasanya diaplikasikan dalam organisasi.
Marshall Scott adalah kolega Giddens yang telah bekerja lama dalam beberapa tahun pada teori-teori strukturasi dari pembuatan keputusan pada kelompok. Teori ini mengajarkan bahwa pembuatan keputusan kelompok adalah sebuah proses di mana anggota-anggota kelompok berusaha mencapai konvergensi atau perjanjian dari keputusan akhir, atau yang sedang dilakukan, struktur dalam sistem sosial yang mereka naungi sekarang. Dengan kata lain dalam sebuah proses dicoba untuk mencari sebuah konsensus, kelompok memproduksi konsekuensi dari hal-hal yang tidak diinginkan (dimaksud) yang mempertajam kerja yang akan datang dari kelompok. Dengan menekankan pada opini-opini mereka dan preferensi-preferensi, anggota kelompok biasanya memproduksi atau mereproduksi aturan-aturan tertentu yang secara konvergensi dapat dicapai atau ditolak.
Proses strukturasi mengakibatkan tiga realisme ragangan oleh Giddens yaitu interpretasi, moralitas dan kekuatan. Sebagai contoh Anda tertarik untuk mempersuasi anggota-anggota lain dalam kelompok untuk meyakinkan rencana-rencana khusus. Anda mungkin akan berbagi interpertasi dari rencana dengan menggunakan bentuk-bentuk yang disebabkan peristiwa-peristiwa sebelumnya dalam kelompok, yang biasanya bekerja dan membuat anggota kelompok mengerti. Dari kata-kata di atas mungkin kita mengkhususkan pada kelompok-kelompok yang spesifik. Dengan mempekerjakan gaya khusus dari berbicara Anda mungkin dapat berprilaku seperti yang diinginkan oleh kelompok berdasarkan norma-norma atau sense yang mungkin bisa Anda anggap benar atau salah (moralitas). Akan menjadi efektif sebagai pembicara Anda seharusnya juga menggunakan beraneka sumber kekuatan (power), seperti; kemampuan kepemimpinan atau status. Apa yang powerfull dalam kelompok dideterminasikan oleh peristiwa-peristiwa masa lalu dalam interaksi kelompok, dan Anda akan menggunakan sumber-sumber kekuatan untuk mempersuasi kelompok dan meyakinkan suatu rencana.
Terdapat faktor-faktor lain yang selalu mempengaruhi aksi kelompok. Bagaimanapun faktor-faktor lain atau di luar hanya dapat mengubah makna dari pengertian mereka dan interpretasi kelompok. Dan interpretasi ini dinegosiasikan melalui interaksi dengan kelompok. Satu hal yang sangat penting di luar dari faktor-faktor sebagai sebuah tipe perintah apa yang kelompok miliki secara alamiah. Untuk perintah tentunya akan membuat pendekatan-pendekatan aturan dan menjauhi untuk hal-hal yang lain. Sebagai contoh sebuah kelompok studi akan berpatokan pada satu cara ketika mereka mempersiapkan ujian dan akan berbeda cara ketika kelompok melaporkan sebuah penelitian, tapi kelompok itu sendiri akan memerlukan kerja satu dengan yang lain dalam artian dalam bentuk praktek.
Lebih lanjut kita akan berkelakukan mengikuti yang lain dalam merefleksikan pandangan kita dari tempat dimana group atau kelompok berada dalam satu waktu tertentu. Kelompok mendefinisikan orang per orang dan kelompok akan memunculkan konsep secara keseluruhan. Kelompok ini mendefinisikan secara subsequence pengaruh dari interaksi di antara anggota dalam kelompok yang akan direproduksi lagi dan lagi. Beberapa anggota sebagai contoh mungkin akan menjadi pemimpin perintah, yang lain akan menjadi pemimpin yang sosio emosional, yang lain akan menjadi penyedia informasi dan masih ada beberapa yang akan menjadi pemimpin yang menciptakan konflik (oposisi).
Proses strukturasi biasanya akan memimpin bila terjadi kontradiksi dan perintah kelompok sering berkonfrontasi dengan hal tersebut. Aksi-aksi kelompok baik yang menyebabkan maupun memperbaiki berada pada tensi yang sama. Sebagai contoh kelompok hrus membuat keputusan yang bagus sebelum tenggat waktu, tetapi tekanan waktu dari tenggat waktu yang ada biasanya inkonsisten dengan kebutuhan kelayakan waktu untuk pekerjaan yang baik. Sebuah kelompok seharusnya menghadirkan antara kebutuhan dan perintah, tetapi pada selanjutnya mereka akan melakukan juga perhatian pada kebutuhan sosio emosional mereka.
Masalahnya seperti kita lihat pada bab-bab sebelumnya adalah mempertemukan kebutuhan-kebutuhan sosio emosional dapat berbenturan dengan perintah kerja yang dapat meningkatkan kualitas. Lebih lanjut anggota biasanya bergabung dengan kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan secara individu, tapi mereka tidak hanya hal itu saja dengan memberikan perhatian lebih pada tujuan-tujuan kelompok yang mungkin akan memangkas kebutuhan-kebutuhan pribadi mereka. Konvergensi hanya dapat terwujud melalui adanya perjanjian-perjanjian sebelumnya kelompok yang dibicarakan satu dengan yang lain apakah disetujui, tidak disetujui atau hanya masuk dalam tataran ide.
Satu hal penting yang menjadi kontribusi ketertarikan dari teori ini adalah versi dari proses yang diikuti oleh kelompok, terutama dalam hal pembuatan keputusan. Poole dan teman-teman memfokuskan bahwa kelompok dapat mengikuti beraneka cara dalam pengembangan sebuah keputusan, berdasarkan pada contingencies dengan yang nampak. Kelompok kadang-kadang mengikuti standar agenda tapi biasanya memiliki pilihan-pilihan lain yang tidak sistematik dan bahkan kadang-kadang berkembang pada cara mereka sendiri dalam merespon kebutuhan-kebutuhan yang unik.
Bagaimana kelompok mengoperasikan selalu didasarkan pada tiga set variabel. Pertama, perintah yang bertujuan untuk menentukan karakteristik ini adalah atribusi standar dari perintah sebagai derajat dimana persoalan muncul dan perlu dibangun kembali solusinya, kejelasan dari masalah, jenis keahlian yang diperlukan, pengembangan dari kemungkinan implikasi pengembangan masalah, jumlah dan lingkungan nilai-nilai implisit dalam permasalahan dan lebih lanjut adalah solusi-solusi dalam tindakan tunggal atau implikasi kebijakan yang lebih luas.
Sebagai contoh Anda mungkin melibatkan kelompok untuk memutuskan dan bagaimana partisipasi kelompok tersebut dalam mengikuti festival kota, kesulitan keputusan biasanya melibatkan banyak pilihan yang mungkin muncul. Sejumlah nilai-nilai potensial yang mungkin masuk dalam keputusan yang penuh dengan keseimbangan. Apa yang kamu putuskan untuk melakukannya tahun ini mungkin akan berpengaruh pada apa yang kamu lakukan pada tahun-tahun selanjutnya.
Keputusan ini mungkin memerlukan banyak waktu dan keputusan ini akan mengarah pada sesuatu yang kompleks. Di lain sisi jika kelompok Kamu menjawab untuk memutuskan untuk membuat taco booth, keputusan sederhna. Jangkauan pilihan akan terbatas pada nilai-nilai yang terlibat dalam sedikit keputusan dan keputusan akan memiliki imbas kecil pada kelompok yang di luar. Keputusan ini mungkin dibuat secara cepat dan singkat.
Set kedua dari variabel-variabel dari keputusan kelompok adalah kelompok yang memiliki karakteristik memerintah. Di sini mereka akan membawa dari kelompok ke kelompok. Mereka termasuk memperluas kelompok dengan pengalaman-pengalaman awal dalam masalah yang sama, perluasanya adalah membuat solusi inovatif yang diperlukan untuk melawan adopsi dari kursus standar aksi yang muncul dari keputusan.
Kelompok ketiga dari faktor yang mempengaruhi jalannya kelompok adalah kelompok yang memiliki karakteristik struktural, termasuk di dalamnya adalah cohesiveness, distribusi kekuatan, sejarah konflik dan ukuran kelompok. Bila club Anda memiliki banyak kelompok, petugas-petugas kebanyakan memiliki kekuatan dan memiliki sejarah konflik, satu jenis proses digunakan, tapi bila itu sangat kecil, kohesif dan memiliki kekuatan yang terbagi, antara satu dengan yang lain begitu diam dan dapat diprediksikan. Tiga set dari faktor akan beroperasi untuk mempengaruhi proses adaptasi oleh kelompok, termasuk di dalamnya penggunaan cara standar atau unik, kompleks dari cara membuat keputusan, sejumlah organisasi atau dis organisasi yang dikendalikan oleh perintah dan sejumlah waktu yang menunjukan aktivitas atau prilaku yang berlainan.
Untuk menemukan cara putusan yang beraneka ragam, adaptasi dari kelompok yang berbeda menurut Poole dan Jonelle Roth mempelajari 47 keputusan dibuat oleh 29 kelompok yang berbeda. Kelompok-kelompok berbeda dari ukuran mereka, kompleksitas perintah, urgensi, cohesiveness dan sejarah konflik. Mereka termasuk tim sekolah medis, kelompok perencana konservasi energi, kelompok pembentukan project pelajar dan komite manajemen doormitory. Beberapa diskusi direkam dengan tape dan di analisis. Beberapa statement perintah didiskusikan dan diklasifikasi dengan keputusan berdasarkan kepada tipe dimana kombinasi interaksi yang sama menurut Fisher biasanya didiskusikan pada awal sebelumnya. Ditambahkan setiap 30 detik segmentasi diklasifikasikan berdasarkan satu set kategori-kategori yang berhubungan. Dengan metode analisis yang memuaskan, peneliti dapat melihat beraneka cara keputusan yang muncul dalam interaksi antara perintah dan hubungan.
Tiga jenis umum dari cara yang ditemukan. Beberapa kelompok mengikuti sebuah sequence unit standar (seperti agenda biasa), meskipun tidak selalu merupakan cara yang tepat. Beberapa kelompok mengikuti apa yang Poole dan Roth sebut sebagai sequency siklus kompleks. Kebanyakan mereka melakukan siklus dalam membuat solusi dalam permasalahan. Dimana kelompok harus menengok ke belakang dan melhat ke depan untuk berkonsentrasi kerja antara definisi dan generalisasi ide-ide solusi masalah seperti yang digambarkan Fisher. Tipe ketiga adalah sequen dari orientasi solusi, yang biasanya tidak ada masalah terhadap pengaruh analisis.
Cara keputusan diambil oleh kelompok berdasarkan tiga cara aktivitas yang tentunya merupakan jalan panjang kelompok untuk mengembangkan atau bergerak. Kelompok mungkin mengembangkan cara-cara yang berbeda dan tentunya tingkah laku dari jalan tersebut berpengaruh pada bagian dari variable-variabel kontigensi tiga yang disebutkan di atas. Tujuan dari karakteristik perintah, karakteristik perintah kelompok dan karakteristik struktural kelompok.
Ada kemungkinan dari banyak jalan kemungkinan, tapi hanya tiga yang dielaborasi dalam penelitian ini. Jalan proses perintah, jalan hubungan, jalan fokus topik. Jalan proses perintah terdiri dari aktivitas-aktivitas yang disetujui langsung dengan masalah-masalah atau perintah, termasuk contoh-contoh menganalisis masalah, desain solusi, solusi evaluasi, perpanjangan dari kemungkinan berkembang. Jalan hubungan melibatkan aktivitas-aktivitas yang mempengaruhi hubungan antar pribadi dalam kelompok, seperti yang tidak disetujui dan pembuatan akomodasi-akomodasi. Ada dua korensponden yang dekat dengan counter dualitas pemeliharaan perintah dalam teori-teori lain yang disebutkan pada bab ini. Jalan ketiga, jalan fokus topik adalah serangkaian isu-isu, topik-topik atau perhatian kelompok pada suatu waktu tertentu.
Model sequence multiple membayangkan bahwa kelompok bergerak dalam jalan yang beraneka ragam pada suatu waktu seperti yang digambarkan oleh skala waktu dari bawah dalam grafik. Pada waktu yang sama, kelompok mungkin pada titik khusus akan mengembangkan jalan yang lain. Figur menunjukan pemecahan jalan ketiga dari segmentasi dari aktivitas yang beraneka ragam. Surat berkode yang di atasnya diberikan garis mengidentifikasikan segmentasi-segmentasi aktivitas (huruf di atas yang bergaris dipecah-pecah dalam point-point yang akan menjelaskan lebih lanjut).
Dalam diskusi depicted kelompok dimulai dengan topic 1(T1). Didiskusikan dari topic ini, kelompok dilibatkan dalam kerja yang terfokus (FW). Dalam jalan yang berhubungan dan pengembangan solusi (SD) dalam jalan perintah proses. Mereka berpindah pada topic lain, group atau kelompok memasuki masalah-masalah kritis (PC) pada jalan perintah proses sementara mereka digabungkan dengan pekerjaan-pekerjaan kritis (CW) dari jalan relasi.
Diskusi akan berjalan beberapa waktu melalui sejumlah fase hingga akhir, ketika mereka tidak berjalan pada tangent (NN) pada jalan perintah proses tetapi integrasinya terlengkapi (INT) pada jalan hubungan. Diberitahukan bahwa aktivitas segmentasi atau fase pada jalan-jalan yang berbeda dalam diskusi didepiksikan dengan grafik tidak sebagai koresponden yang tidak penting satu dengan yang lain yang ditambahkan untuk jalan yang kompleksitas.
Selama diskusi inti transisi muncul dari waktu ke waktu. Ada break point atau interupsi yang didisain oleh huruf kode di atas garis, yang digambarkan pada 8.3. kadang-kadang breakpoint akan terhitung sebagai perubahan dalam jalan yang tunggal. Namun sering hal itu akan terukur dari perubahan jalan-jalan yang berbeda. Breakpoint penting karena mereka mensinyalkan point-point kunci dalam pengembangan aktivitas pembuatan keputusan kelompok. Tiga tipe breakpoint didekatkan. Breakpoint normal adalah yang diharapkan.
Point-point natural dihasilkan dari penghancuran atau transisi. Mereka termasuk segala hal, seperti adjournment, caucusing atau perubahan topic. Delays adalah problem-problem yang tidak diharapkan yang menyebabkan fungsi dari kelompok secara normal terhenti. Delays sering terdiri dari diskusi-diskusi ulang dari isu-isu penting untuk kelompok dan perbaikan konflik atau pengertian tentang pembentukan. Delays mungkin adalah sebuah tanda untuk kesulitan yang tertunda, atau mereka mungkin lebih memiliki pertanda positif dari pemikiran hati-hati atau aktivitas kreatif. Disruptions lebih penting terdapat ketidaksetujuan penting dan kegagalan-kegagalan kelompok.
Meskipun hal ini terlihat begitu kompleks dan memuaskan teori, hal ini menunjukan karakteristik strukturasi dari keputusan kelompok dalam pembuatan keputusan menjadi lebih baik. Hal ini menunjukan kelompok selalu menunjukkan adopsi terhadap kasus-kasus khusus dari prilaku untuk menemukan kebutuhan mereka, tapi biasanya mereka melakukan hal tersebut dengan menciptakan contraint yang membatasi pada prilaku masa depan. Ide ini jelas cukup, tapi tetap memerlukan pertanyaan-pertanyaan seperti apakah jenis struktur lebih efektif atau produktif atau tidak keduanya. Teori fungsional akan menjejakkan konjungtur pada penolakan yang disebutkan tadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar